Selasa, 13 Disember 2011

Tertulis dari Pena HATI,Teruntuk calon istriku,...

Muslimah shalehah...Yang akan menjadi bidadariku dunia akhirat kelak,...
Ukhti,Engkau terlalu indah untuk di pandang,..Akupun sanggup menundukkan mata sebelum menghalalkan mu...

Ukhti,engkau terlalu berharga untuk di sentuh,..
Maka aku bersedia menjaga jarak dengan mu...Ukhti,Engkau bagai butiran cahaya di pagi hari,...Bersinar terang nan lembut,...engkaulah perhiasan terbaik dari semua yang ada...Sungguh kemuliaan mu lebih tinggi dari permata,...Hingga diri ini merasa sangat tak pantas memilikimu...

Ukhti,sungguh Kesabaranmu lebih luas dari samudra,....Yang selalu menungguku untuk menjemputmu,...Ketahuilah akupun ingin segera datang,..Akan tetapi diri ini malu akan semua kekuranganku,...Disini ku belajar agar menjadi pantas untukmu,...Disini ku persiapkan diri agar mampu mengemban amanah yang begitu besar ini,...Diriku tak mampu menjadi nahkoda...Selama belum memiliki penunjuk arah yang benar,...Bahtera yang akan kita jalankan pun tak akan berpindah dari pelabuhaan,...Sebelum ku tau bagaimana mengibarkan layarnya,...

Duhai bidadariku,calon istriku,.bila engkau inginkan yang sempurna dariku,...Maka tak akan pernah ada aku untukmu,...Seperti yang engkau tahu,....engkaulah tulang rusukku,....Tanpa mu,tetaplah diriku tiada utuh,....Dengan engkau di saampingku merasa sempurnalah diriku...Duhai bidadariku,tulang rusukku,...Akanku lembutkan hatiku untukmu,...Agar engkau merasa nyaman di dalam dadaku,...

Duhai bidadariku,kekasihku,...Jannah ILLahi adalah tujuan kita,...Lautan Ujian adalah yang akan kita lalui,...Manis akan di selingi pahit yang mewarnai perjalanan kita,...Maka bersediakah engkau menemaniku hingga tujuan terakhir,....??





sumber : Sebelum engkau halal bagiku..


♥ ~~ Terima Kasih sebab dah baca (^_^) ~~ ♥

Isnin, 12 Disember 2011

Duhai calon pendamping hidupku..

Duhai calon pemilik tulang rusukku, aku akan segera hadir dalam dinginnya malam dengan hangatnya jiwa. Ku tunggu hingga Ijab Kabul terucap dari lisanmu. Aku akan menjaga dalam harumnya semerbak dalam jiwaku, menunggu hingga engkau menahkodai bahtera kita. Ku kan berhijab dengan sempurna dengan tak selalu mengikuti arah arus angin yang berhembus.

Duhai calon imam dalam sholatku, aku kan selalu hadir dalam cintamu kepada Allah, dengan sigap aku akan menghamparkan sajadah sebagai alas sujudmu, dengan hadirku sebagai makmum Insya Allah akan menyempurnakan sholat kita. Deru do’amu teiring “aamiin” dari lisanku.

Dalam hening malam bulir air mata tak henti ku teteskan bercahayakan munajat doa.

Duhai calon pemilik tangan gagah yang menolongku ketika aku terpuruk dan jatuh.. lindungi aku dalam perjalanan hidup kita, ketika engkau terluka kan kubalut dengan cinta jiwa yang merona, menyembuhkan segala perih dalam jiwamu.

Duhai calon pengusap air mataku, sungguh engkau takkan rela calon bidadarimu ini menangis, usaplah lembut pipi kemerah-merahan ini agar tak menangis, dan kan kuhaluskan telapak kakimu dengan mencucikannya ketika engkau pulang dari berjihad.

Duhai calon ayah dari para mujahi-mujahidah kita, aku sebagai madrasah pertama sebagai sumber ilmu dari anak anak kita, kan kutanammkan ilmu agama agar mujahidah kita takut akan Rabbnya, santun pada kedua orang tuannya, menghormati orang-orang yang lebih tua. Akhlakul karimah yang baik kan kusisipkan dalam prilakunya semenjak kecil.

Duhai calon nahkoda yang kan membawa keluargaku ke surga…
Mari kita hiasi rumah kita dengan cahaya cahaya iman…

Aku dalam diam sengaja tak menampakkan diri,agar engkau benar benar menemukanku dalam cahaya sujudmu
Aku tak banyak bicara karna aku takut ketika aku menyapa, engkau tepesona pada apa yang kuucap
Aku menunduk malu, tak berani menatap mata binar yang engkau miliki, karena aku takut dapat memudarkan imanku.

Temukan aku wahai calon imam dalam sujudku…

Aku menunggu lisan ijab darimu..



sumber : Sebelum engkau halal bagiku


♥ ~~ Terima Kasih sebab dah baca (^_^) ~~ ♥

Cinta Seorang Isteri...

Apa yang paling diharapkan seorang laki- laki....? wanita cantik.....? wanita kaya...? wanita dari keturunan terhormatkah? atau wanita pelembut hati mereka?

Sehebat hebatnya para laki-laki mereka membutuhkan wanita yang akan bisa lebih menghebatkan mereka. Sekuat kuatnya para laki laki, mereka membutuhkan wanita yang bisa lebih menguatkan pertahanan diri mereka. 
Sesangar sangarnya para laki laki, mereka membutuhkan wanita untuk menaklukan kebekuan diri dan hati mereka, dan setangguh tangguhnya para laki laki- laki, mereka membutuhkan wanita yang lebih tangguh untuk menegakkan hati mereka saat terpuruk.

Dan bahasa iman mereka menuntun jiwa dan hatinya dalam sebuah ikatan yang halal dimata Allah. Ikatan yang suci bersama seorang wanita yang bernama istri.

Karena istrilah kebahagiaan seorang suami terasa lebih lengkap. Dan sebaliknya, kehilangan sosok bahkan peran istri dalam rumah mereka yang megah sekalipun, akan menyebabkan kehampaan bagi hidup dan hati mereka. Bukan selalunya harta, kecantikan, kedudukan dan keturunan yang dimiliki seorang istri yang menjadi pendamai dalam rumah suami, namun cinta yang tulus demi pengabdian kepada Allah yang justru mengabadikan kehangatan didalamnya.

Tangan kokoh laki laki akan terasa lemah saat mereka melangkah sendiri tanpa seorang makhluk “lemah” yang menguatkan mereka, itulah keajaiban wanita. yang justru dalam “kelemahan” itu terkandung kekuatan untuk menguatkan suami yang didasari oleh cinta yang tulus sebagai perwujudan pengabdian kepada Allah.

Kekerasan hati laki- laki seketika akan Melemah menyaksikan ketelatenan seorang wanita yang kadang bertindak atas dasar perasaan mereka yang penuh kasih sayang.

Dan kemandirian laki laki akan terasa kosong, setelah menyadari kealpaan seorang wanita yang dapat menjadi partner berbagi mereka.

Kesungguhan cinta seorang istri, bahkan bisa membuat seorang suami tak hanya berfokus terhadap tujuan hidupnya, tetapi juga bersemangat mencapai tujuan tersebut. Cinta seorang istri, menempatkan mereka pada posisi penasihat yang terpercaya, sekaligus penyemangat nomor satu dalam hidup suami. Saat seorang suami merasa memiliki istri yang amat mencintainya, ia akan berusaha dengan segenap upaya untuk bisa membuat pasangannya tersebut bangga, dan hal ini akan menjadi motivator terbesar dalam hidupnya.

Cinta adalah selalu tentang keindahan, apalagi jika terwujud sebagai cerminan dari iman dan pengabdian kepada Allah. Dan cinta istri memiliki keindahan yang tidak dapat terbayar oleh apapun bagi para suami.

SenyuM Manis..Uhty Fillah



sumber : Sebelum engkau halal bagiku


♥ ~~ Terima Kasih sebab dah baca (^_^) ~~ ♥

Ahad, 11 Disember 2011

KETIKA AKU MEMILIHMU KRN ALLAH SWT

Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..

Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi 'kita'..

Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta'ala..

Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah..
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..

Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..

Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..

Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..

SAlam Santu Senyu MANIS


sumber : sebelum engkau halal bagiku..


♥ ~~ Terima Kasih sebab dah baca (^_^) ~~ ♥

Penyakit Hati

'Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Ta'atik'

“Wahai Dzat yg membolak-balikan hati teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepada-Mu” [HR. Muslim (no. 2654)

'Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Tho'atika' Artinya:

“Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepada-Mu.” (HR. Muslim) Do’a Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam di atas menunjukkan betapa amat pentingnya posisi hati memiliki iman yang berkualitas untuk tetap beragama Islam dengan dasar ikhlas demi hanya mengharap ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata.

Seseorang yang hatinya berpenyakit/tidak beriman menjadi sasaran empuk dari setan hingga hatinya menjadi keras dan kasar (QS Al-Haj: 53). Hati yang

berpenyakit bila tidak diobati, Allah akan menambah penyakit yang lain hingga bertambah-tambah (QS Al-Baqarah: 10).

Hati yang kibir/sombong (menolak kebenaran dan menghina orang (HR Ibnu Mas’ud, HR Muslim) akan ditutup oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala (tidak mendapat petunjuk-Nya (QS Al-Mukmin: 35).

Orang yang tidak mau bertadabbur (memikir dan mempelajari) kepada Al-Qur’an dalam keadaan mampu, hatinya terkunci (QS Muhammad: 24).

Hati orang kafir dalam kesesatan (QS Al-Mukminuun: 63).
Hati orang yang tidak beriman dan ragu kepada kebenaran Islami senantiasa bingung dan resah (QS At-Taubah: 45).

Rasa suka memperolok-olok, mempermainkan dan mengabaikan agama Islam terdapat dalam hati orang-orang yang bergelimang dosa atau kafir (QS Al-Hijr: 11 dan 12).
Orang-orang yang tidak mengerti agama, tidak berpikir dan memusuhi Islam, lahirnya tampak bersatu, tetapi sebenarnya hati mereka berpecah-belah dan bermusuhan antara mereka (QS Al- Hasyr: 14).

Hati orang beriman akan tergetar takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala bila nama-Nya disebut, dan imannya bertambah kuat bila dia dibacakan ayat-ayat-Nya dan dia kepada Tuhannya bertawakkal (QS Al-Anfaal: 2).

Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberi petunjuk kepada hati orang yang beriman (QS At-Taghabun: 11).

Orang yang hatinya selalu ingat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala diberi ketenteraman/ketenangan (QS Ar-Ra’d: 28).

Orang yang mengagungkan syiar agama/memperjuangkannya itu pertanda bahwa hatinya bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (QS. Al-Haj: 32).

Uraian di atas menunjukkan pelajaran amat penting karena berdasar Al-Qur’an dan Hadits. Yaitu bahwa karena tidak beriman, syirik. kufur, nifak dan hati kotor, orang bisa mudah berbuat segala macam keburukan/kejahatan yang akan membahayakan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sebaliknya orang yang beriman, bertaqwa dan ikhlas karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala hidupnya bahagia dan insya Allah bermanfaat baginya, masyarakat dan bangsa..

Semoga Bermanfaat Sahabat fillah
Salam santun Senyum Manis



sumber : sebelum engkau halal bagiku..




♥ ~~ Terima Kasih sebab dah baca (^_^) ~~ ♥

Khamis, 21 Julai 2011

Jatuh Cinta Kerana ALLAH atau kerana nafsu?

Jatuh yang tidak ada orang simpati ialah jatuh cinta. Sebab jatuh cinta indah, tidak macam jatuh tangga atau jatuh pokok, sakit. Cinta banyak perkara cinta. Tidak ada siapa pun yang dapat larikan diri daripada mencintai dan dicintai. Kemuncak cinta, ada orang masuk syurga kerana cinta dan tidak kurang ramai orang yang akan dihumbankan ke neraka gara-gara cinta. Cinta yang begaimana boleh bawa seseorang ke syurga dan kenapa ada yang masuk neraka lantaran kerana cinta?

Cinta, rasa yang ada dalam hati yang tidak boleh disukat-sukat. hati yang merasainya, sehingga boleh terhibur atau terseksa kerananya. Datangnya dari dua sumber yakni dari nafsu dan dari Allah.

Cinta yang diilhamkan oleh nafsu berlaku bila hati kotor, sering melakukan dosa dan tidak pula bertaubat. Sifat-sifat keji seperti sombong, ujub, riak, gila puji, hasad dengki dan lain-lain sifat jahat bersarang dalam hati tidak dikikis, maka ketika itu nafsulah yang akan jadi Tuhan dalam diri sehingga apa saja yang dilakukan mengikut arahan nafsu. termasuk dalam meletakkan cinta, ukuran yang diberi dan sebab jatuh cinta pun ikut selera nafsu.

Lelaki akan jatuh cinta pada perempuan yang mendedahkan kecantikannya hingga tubuh badan perempuan itu sudah tidak terlindung lagi pada pandangan nafsunya. Cinta diberi ialah untuk mengisi keinginan nafsu seks lelaki kepada perempuan. begitu juga wanita, jatuh cinta sebab lelaki kaya, handsome bergaya, ada jawatan dan lain-lain keistimewaan yang disenangi oleh nafsu. lantas cinta diberi dengan harapan mereka dapat tumpang kemewahan dan kesenangan hidup lelaki tersebut. Jelasnya, cinta yang datang dari nafsu ditujukan untuk kesenangan nafsu semata-mata.

Bila bertaut dua cinta yang dilahirkan oleh nafsu yang punya kepentingan masing-masing maka berlangsunglah babak-babak melahirkan rasa cinta. Dari surat menyurat, telefon, ziarah, keluar makan-makan, berdua-duaan di taman bunga, dalam keadaan saling rindu merindukan.. Ketika itu tak ada lain dalam ingatan melainkan orang yang dicintai. Sehari tak jumpa atau tidak telefon rasa berpisah setahun. Sudah tidak malu pada orang sekeliling, apa lagi pada Allah yang Maha Melihat. Lagi mereka tidak ingat dan takut. Lantaran itu mereka sanggup buat apa saja untuk membuktikan kecintaan pada pasangan masing-masing.

Hatta yang perempuan sanggup serah maruah diri konon untuk buktikan cinta pada lelaki. Yang lelaki pula rela bergolok bergadai untuk memberikan kemewahan pada perempuan sebagai bukti cinta. Akhirnya bila yang perempuan telah berbadan dua, lelaki serta merta hilang cintanya. habis manis sepah dibuang. Kalau pada lelaki pula, ada duit abang sayang, tak ada duit abang melayang. Kalau pada suami pula, isteri seorang suami disayang, bila hidup bermadu kasih pada suami

Itulah falsafah cinta nafsu yang melulu. Cintanya hanya selagi nafsu ada kepentingan. Cinta inilah yang banyak melanda orang muda yang dilambung asmara. Hingga sanggup buat apa saja, sekalipun bunuh diri, kalau kecewa dalam bercinta. Walhal sedap dan indahnya sekejap. Sakitnya lama, sakit yang paling dahsyat ialah di neraka kelak. Inilah kemuncak cinta yang paling malang dan memalukan.

Cinta nafsu kalau pun boleh bersambung sampai membina rumahtangga ia tetap akan menyeksa. Kerana suami akan cinta pada isteri selagi isteri masih muda, seksi dan manja. Yakni selagi nafsu dapat disenangkan. Bila isteri tua, kulit berkedut, tampal make-up lagi hodoh, rambut putih dan gigi pun sudah banyak gugur seperti opah, badan pun sudah kendur, maka cinta suami akan beralih pada gadis muda yang menarik. Sekaligus hilanglah cinta suami. Menderitalah isteri yang hilang perhatian suami apalagi kalau terang-terang depan mata suami kepit perempuan lain, lagilah isteri terseksa.

Begitu juga si isteri. Cintakan suami selagi suami boleh membahagiakan dan menunaikan segala keinginan nafsu. Selagi suami kasih dan sayang padanya. Andainya suami hilang kuasa, jatuh miskin, masuk penjara atau suami kahwin lagi seorang maka serta merta hilang cinta pada suami. Sebaliknya berbakul-bakul datang rasa benci pada suami yang dulu dipuja tinggi melangit. Begitu mudah cinta bertukar jadi benci. Akibatnya berlakulah pergaduhan, masam muka, kata-mengata, ungkit mengungkit, suami tidak pedulikan isteri dan isteri pun hilang hormat pada suami. Rumahtangga panas dan menunggu saat untuk ditalqinkan ke kubur perceraian. Ketika itu tak ada lagi pujuk rayu, cumbu mesra sebagaimana waktu cinta tengah membara. Maka doktor yang menulis pun dituduh merendahkan wanita, jangan marah tau.

Itulah gara-gara cinta nafsu yang sudah menyusahkan manusia di dunia lagi.

Sebaliknya cinta yang dialirkan oleh Allah ke dalam hati, itulah cinta yang benar, suci lagi murni. Cinta yang bukan diukur ikut pandangan mata, tapi ikut pandangan Allah. Ia bersebab kerana Allah dan cinta diberi pun untuk dapat keredhaan Allah. Cinta begini tiada batasannya. Tidak pula kenal jantina dan kedudukan. Dan cinta lahir hasil dari sama-sama cinta pada Allah.

Boleh berlaku pada lelaki dengan lelaki, perempuan dengan perempuan, lelaki dengan perempuan, antara murid dengan guru, suami dengan isteri, sahabat dengan sahabat, rakyat dengan pemimpin, antara umat dengan Nabinya dan yang paling tinggi antara hamba dengan Tuhannya.

Kalau berlaku antara lelaki dengan perempuan yang tidak diikat oleh tali perkahwinan, mereka tak akan memerlukan untuk berjumpa, bercakap atau melakukan apa saja yang bertentangan dengan kemahuan Allah. Cinta mereka tidak akan dicelahi oleh nafsu berahi. Sebaliknya cinta itu ialah tautan hati yang berlaku walaupun tak pernah kenal atau baru kenal tapi hati rasa sayang dan rindu. Hati sedih kalau orang yang dicintai ditimpa susah, senang kalau yang dicinta itu senang. Sanggup susah-susahkan dan korbankan diri untuk senangkan orang yang dicintai.

Cinta yang begini ada diceritakan dalam hadis, iaitu seorang lelaki yang bertemu dan berpisah dengan sahabatnya kerana Allah maka mereka akan mendapat perlindungan ‘arasy Allah di padang mahsyar nanti, hari di amana masing-masing orang mengharap sangat lindungan dari matahari yang sejengkal saja dari
kepala.

Kalau berlaku antara suami isteri maka isteri akan letak seluruh ketaatan pada suami, berkhidmat dan melayan suami tanpa jemu-jemu. Sama ada waktu suami tunjukkan sayang atau masa suami marah-marah. Sama ada suami kaya atau miskin, atau suami kahwin lagi, cinta isteri pada suami tidak belah bagi. salah satu contohnya penderitaan mengundang bahagia. Kerana cintanya pada suami datangnya dari Allah hasil dari ketaqwaan isteri. Datanglah ribut taufan, angin putting beliung melanda rumah tangga, isteri tetap memberikan cintanya yang utuh dan teguh.

Begitu juga suami, cinta pada isteri tidak kira isteri itu muda atau tua. Samada pada hatinya. Selagi isteri taat pada Allah, isteri tetap dikasihinya. Kalau dia ada empat isteri, tentulah isteri-isteri akan tertanya-tanya, pada isteri manakah yang suami paling cinta? Kalau cinta itu bersumber dari Allah, tentu isteri yang paling taqwalah yang paling layak dicintai oleh suami lebih dari isteri-isteri lain. Sebagaimana Rasulullah lebih mencintai Aisyah kerana taqwa Aisyah lebih tinggi dari istei-isteri lain. Rasulullah saw akui sendiri hanya bersama Aisyah saja, dalam satu selimut baginda pernah diberi wahyu. Tapi tidak pernah berlaku semasa baginda satu selimut dengan isteri-isteri yang lain.

Sumber cinta yang datang dari Allah akan meletakkan Allah yang paling tinggi dan utama. Bila berlaku pertembungan antara cinta Allah dengan cinta pada makhluk maka cinta Allah dimenangkan. Misalnya seorang isteri yang cinta suaminya. Tiba-tiba suami larang isteri melakukan ketaatan pada Allah dalam hal tutup aurat, walhal tutup aurat itu Allah tuntut. Maka kecintaan pada Allah itu akan mendorongnya untuk laksanakan perintah-Nya walaupun suami tidak suka ataupun terpaksa kehilangan suami. Sanggup dilakukan sebagai pengorbanan cintanya pada Allah. Sebaliknya kalau dia turut kemahuan suami ertinya kata cinta pada Allah hanya pura-pura, cintanya bukan lagi bersumberkan Allah tapi datang dari nafsu.

Cinta yang datang dari Allah menyebabkan seseorang cukup takut untuk melanggar perintah Allah yang kecil, apalagi yang besar, lagi dia gerun. Seorang yang sudah dapat mencintai Allah, cinta yang lain-lain jadi kecil dan rendah padanya.

Sejarah menceritakan kisah cinta Zulaikha terhadap Nabi Yusuf. Sewaktu Zulaikha dibelenggu oleh cinta nafsu yang berkobar-kobar pada Nabi Yusuf, dia sanggup hendak menduakan suaminya, seorang menteri. Bila Nabi Yusuf menolak keinginannya, ditariknya baju Nabi Yusuf hingga terkoyak. Akibat dari peristiwa itu Nabi Yusuf masuk penjara. Tinggallah Zulaikha memendam rindu cintanya kepada Yusuf.

Penderitaan cinta yang ditanggung oleh Zulaikha menyebabkan dia bertukar dari seorang perempuan cantik menjadi perempuan tua yang hodoh. Matanya buta kerana banyak menangis terkenangkan Yusuf, hartanya habis dibahagi-bahagikan kerana Yusuf. Sehingga datanglah belas kasihan dari Allah terhadapnya. Lalu Allah mewahyukan agar Nabi Yusuf mengahwini Zulaikha setelah Allah kembalikan penglihatan, kemudaan dan kecantikannya seperti di zaman gadisnya. Peliknya, bila Zulaikha mengenal Allah, datanglah cintanya pada Allah sehingga masanya dihabiskan untuk bermunajat dengan Allah dalam sembahyang dan zikir wirid sehingga terlupa dia hendak melayan kemahuan suaminya Yusuf yang berhajat kepadanya. terpaksa Nabi Yusuf menunggu Zulaikha menghabiskan sembahyangnya, hingga hampir hilang kesabaran Nabi Yusuf lantas ditariknya baju Zulaikha sehingga koyak; sebagaimana Zilaikha pernah menarik baju Nabi Yusuf seketika dulu.

Begitulah betapa cinta yang dulunya datang dari nafsu dapat dipadamkan bila dia kenal dan cinta pada Allah. Cinta Allah ialah taraf cinta yang tinggi. Kemuncak cinta ini ialah pertemuan yang indah dan penuh rindu di syurga yang dipenuhi dengan kenikmatan.

Cinta pada Allah akan lahir bagi orang sudah cukup kenal akan Allah. Kerana cinta lahir bersebab. kalau wanita cinta pada lelaki kerana kayanya, baiknya, tampan dan sebagainya dan lelaki cinta wanita kerana cantik, baik, lemah lembut dan sebagainya maka bagi mereka yang berakal akan rasa lebih patut dicurahkan rasa cinta pada Allah kerana segala kenikmatan itu datangnya dari Allah.

Ibu bapa, suami, isteri, sahabat handai dan siapa saja yang mengasihi dan mencintai kita, hakikatnya itu semuanya datang dari Allah. Kebaikan, kemewahan dan kecintaan yang diberikan itupun atas rahmat dan kasihan belas Allah pada kita. Sehingga Allah izinkan makhluknya yang lainnya cinta pada kita. Walhal Allah boleh bila-bila masa menarik balik rasa itu dari hati orang-orang tadi kalau Allah mahu.

Allah yang menciptakan kita makhluk-Nya, kemudian diberinya kita berbagai-bagai nikmat seperti sihat, gembira, dan macam-macam lagi. Samada masa kita ingat pada-Nya ataupun masa kita lalai, tetap diberi-Nya nikmat-nikmat itu. Begitulah, kebaikan Allah pada kita terlalu banyak sebagaimana firman-Nya: yang bermaksud:

“Kalau kamu hendak menghitung nikmat-nikmat Allah, nescaya kamu tak terhitung.”

Besar sungguh jasa Allah dari menciptakan, menghidupkan dan memberi rezeki, suami, isteri, rumah dan macam-macam lagi yang dengannya kita boleh lalui kehidupan dengan aman bahagia. Alangkah biadapnya kita kalau segala pemberian Allah itu kita ambil tapi lupa untuk ucapkan terimakasih, lupa pada yang memberi. Walhal, Allah boleh saja menyusah dan menyenangkan kita dengan kehendaknya.

Oleh itu orang yang betul kenal dan beradab, dia malu pada Allah. malah kerana malunya itu dia tidak nampak yang lain lebih hebat dari Allah. Cintanya tertumpu pada Allah, dan penyerahan diri pada Allah sungguh-sungguh. Setiap saat menanggung rindu lalu masanya dihabiskan untuk berbisik-bisik dengan kekasihnya. Sehingga kerana terlalu mendalam cinta pada Tuhan ada hamba Allah yang berkata, “Wahai Tuhan, aku mencintai Engkau bukan kerana takutkan neraka-Mu. tapi kerana Zat-Mu, ya Allah. Aku rela masuk neraka kalau itulah kemahuan-Mu.”

Itulah rintihan hati seorang wali perempuan Rabiatul Adawiyah dalam munajatnya dengan Allah. Dia menyatakan dua cinta tidak boleh duduk dalam satu hati. Bila cinta Allah sudah penuh dalam hatinya, maka tidak ada tempat lagi untuk cinta selain dari itu.

Ada orang mangatakan: “jika kau berikan hatimu ataupun cintamu pada manusia nescaya dia akan merobek-robekkannya . tapi kalau hati yang pecah itu diberikan kepada Allah nescaya dicantum-cantumkan- Nya. Ertinya cinta dengan Allah pasti berbalas. Dan Allah tidak membiarkan orang yang dicintai-Nya menderita di akhirat.”

Jadi seorang yang bijak dan beradab akan meletakkan kecintaan yang besar pada Allah, pada Rasulullah dan barulah pada makhluk-makhluk lain di samping-Nya. Itulah perletakan cinta yang betul dan menguntungkan di dunia dan juga di akhirat. Itulah dia cinta kita pada Allah swt yang patut kita letakkan.


credit to : http://pengantin.com.my/


♥ ~~ Terima Kasih sebab dah baca (^_^) ~~ ♥

Jom periksa..kita cinta kerana apa?

Cinta kerana Allah,
Allah jaga hati kita.
Tidak dibenarkan syaitan masuk campur.
Pantang nak terfikirkan yang bukan-bukan tentang si dia,
Allah alihkan hati supaya memikirkan yang baik-baik.

Cinta kerana nafsu,
Asal kita terbayangkan si dia,
Asyik terbayangkan yang bukan-bukan.
Nafsu syahwat sering mengeledak.

Cinta kerana Allah,
Kita sering tenang,
Memikirkan si dia sentiasa senang dan bahagia.
Bila saja kita tahu dia dalam kesusahan,
Yang membuatkan dia tidak tenang dan bahagia,
Kita terus teringatkan Allah,
Kita ingat untuk berdoa kepada Allah,
Agar dia sentiasa damai dan sejahtera,
Agar dia diberi ketenangan jiwa.

Cinta kerana nafsu,
Kita acap kali resah,
Dan kita sering membayangkan dia juga resah tanpa kita,
Macam-macam menerpa ke dalam fikiran,
Kita selalu inginkan dia bersama kita,
Bernafsu betul.

Cinta kerana Allah,
Setiap kali kita teringatkan dia,
Kita juga teringatkan keluarganya.
Demi kebahagian kita dan dia,
Kita doakan dia sentiasa bahagia di samping keluarga,

Cinta kerana nafsu,
Hanya si dia di fikiran,
Kita sering terlintas dia hanya bahagia bersama kita,
Tanpa kita sedari bahawa keluarganya ada di sisi dia.

Cinta kerana Allah,
Berjauhan tidak mengapa,
Mungkin sesekali kita ingin menatap wajah si dia,
Namun, memandang gambar si dia dah mencukupi,
Meskipun gambar dia bersama kawan-kawannya.
Sebab cinta tu kerana Allah,
Kita rasa sayang nak pandang dia,
Usahkan lama-lama, kejap pun rasa segan,
Takut di masa depan,
Dah tiada apa nak dipandang.

Cinta kerana nafsu,
Jika berjauhan, rasa ingin dekat,
Jika dekat, rasa ingin tatap,
Tatap saja tak jadi, ingin sentuh.
Selalu ingin bersama dia sahaja,
Tak ingin ada gangguan.
Mungkin kita terlintas,
Kita tak buat apa-apa,
Bukan buat maksiat,
Tapi, tak sah kalau tak sentuh,
Kalau tak pegang dia.

Cinta kerana Allah,
Bila kita mesej si dia,
Dan dia tak balas mesej kita,
Kita ingat dia mungkin tengah susah hati.
Kita cuba bagi semangat kat si dia,
Insya-Allah, Allah mesti tolong.
Kadang-kadang, dia buntu,
Tak tahu nak buat apa.
Allah Maha Mengetahui,
Terus kita teringat Allah,
Kita doa semoga dia sentiasa diberkati selalu,
Berharap semoga dia tenang selalu.

Cinta kerana nafsu,
Bila si dia tak balas mesej kita,
Kita merajuk, kononnya.
Kadang-kadang kita mengungkit,
Kita kata, asyik kita je yang mesej dia dulu,
Dia tak pernah mesej dia.
Bila dia tak mesej dengan kita,
Mula la,
Dia dah tak sayang kita la,
Dia dah lupa kita la.

Cinta kerana Allah,
Kalau kita dapat mesej dengan dia,
Atau dapat jumpa dia,
Kita sangat sensitif,
Setiap reaksi si dia amat penting bagi kita.
Kita akan sentiasa beringat,
Kalau-kalau kita tersinggung hati dia,
Kita tak nak sebab kita, dia jadi tak senang,
Apa lagi kita mengganggu dia masa dia sakit.

Cinta kerana nafsu,
Kita memang sensitif,
Asal si dia tak ikut kata kita je,
Kita merajuk.
Minta dia pujuk.
Selalu juga kita ganggu dia,
Masa dia tidur,
Masa dia sakit,
Ada kita kisah?
Nafsu nakkan dia punya pasal,
Kita tak fikir pasal dia.

Cinta kerana Allah,
Kita hormati privasi si dia.
Kadang-kadang mood dia tak baik,
Dan dia ingin bersendirian,
Kita hormati permintaan dia,
Kita biarkan dia bersendirian seketika.
Bukan kita tak nak pujuk,
Kita cuba juga pujuk,
Tapi kita yakin, Allah kan ada.
Kita kan terus berdoa,
Semoga Allah kan selalu membantu dia,
Memberi ketenangan dan kesenangan kepada dia.

Cinta kerana nafsu,
Mana boleh biar je dia sorang-sorang,
Mesti ada kita.
Orang lain mana boleh tenangkan dia,
Kita jer...
Kan kita dan dia saling sayang-menyayangi...

Cinta kerana Allah,
Kita sedar hidup ini bukan selalu bahagia,
Kadang-kadang, kita ada buat silap,
Secara sengaja mahupun tak sengaja,
Yang membuat si dia terguris,
Kita minta maaf daripada dia,
Kita mohon ampun daripada Allah swt.
Kesilapan yang kita buat,
Mungkin bukan kesalahan besar.
Tapi, kita sedar,
Yang kita telah menyakiti hati seorang hamba Allah,
Sebab tu kita pohon keampunan Allah,
Selain minta maaf daripada si dia,

Cinta kerana nafsu,
Bila dia merajuk,
Kita tak rasa dia merajuk sebab kita.
Tapi, kita pujuk juga,
Sebab kita nak dia selalu di samping kita,
Untuk buat kita gembira,
Kita rasa, kalau dia terus sedih,
Siapa nak hiburkan kita lagi...
Tapi, kalau dia terus merajuk,
Kita tak pujuk dah...
Lantak dia la...
Sebab kita rasa kita boleh cari yang lain.
Yang lebih baik dari dia.
Macam tu ke makna sayangkan si dia?

Sekiranya kita percaya dan yakin cinta kita itu cinta kerana Allah,
Kita akan rela melepaskan dia pergi,
Kita juga sanggup berpisah dengan dia,
Buat sementara.
Kerana kita yakin,
Selagi Allah bersama kita,
Juga bersama dia,
Rindu kita kan terubat.
Kita dan dia kan bahagia.
Di bawah redha Allah Yang Esa.

Namun,
Sekiranya cinta kita adalah cinta kerana nafsu,
Kita takkan merasa senang untuk berjauhan dengan dia,
Walaupun seketika.
Kerana kita selalu inginkan dia.

Ya Allah Ya Tuhanku,
Jika telah tiba waktunya ku bertemu jodohku dari-Mu, berilah petunjuk-Mu kepada ku. Berkatilah aku dan dia serta panjangkanlah jodoh antara kami berdua supaya kami dapat bahagia di bawah redha-Mu. InsyaAllah, kan ku jaga dia dengan baik.



p/s acik : insyaALLAH,amin..semoga kita bertemu dengan insan yg tepat utk menjadi pasangan hdup kita dan dpt sama2 berusaha mencari redha ALLAH SWT..amin Ya Rabb...
thnks 4 Cik Ieqa kerana berkongsi entri yg berguna nie... ^_^



♥ ~~ Terima Kasih sebab dah baca (^_^) ~~ ♥

Sabtu, 14 Mei 2011

Saudaraku..

Saudaraku…………
oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Saudaraku………….
Nikah itu ibadah……. Nikah itu suci………..ingat itu……
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan, bisa karena keturunan, dan bisa karena
agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan - maupun kecantikan sebagai alasan…………
karena semua itu akan menyebabkan celaka. Jadikan agama sebagai alasan……..
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.


Saudaraku……….
Tidak dipungkiri . bahwa keluarga terbentuk karena cinta……..
Namun…… jika cinta engkau jadikan sebgai landasan, maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah ” ALLAH ” sebagai landasan……
Niscaya engkau akan selamat Tidak saja dunia, tapi juga akherat…….
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan……
Niscaya Mawaddah (kasih), Sakinah (ketentraman) dan Rahmah (sayang) akan tercapai.


Saudaraku………..
Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw….
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban, karena sang istri tercinta tidak mendengar kedatangannya.
Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar…….,
Menjahit bajunya yang robek……..


Saudaraku…………
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu………
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu……
Jika itu engaku lakukan akan celaka….
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam & yang putih, tidak akan dapat melihat yang benar & yang salah…..
Lihatlah bagaimana Allah menegur ” Nabi “-mu tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan, hanya karena menuruti kemauan sang istri.
Tegaslah terhadap istrimu……………..
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah…….
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya……..
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth………..
Di bawah bimbingan manussia pilihan, justru mereka menjadi penentang…..
Istrimu bisa menjadi musuhmu………..
Didiklah istrimu…….. Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama - yang loyal terhadap tugas dakwah suami, Ibrahim. Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama - yang bisa menjaga kehormatannya……
Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Muhammad saw menerima tugas risalah…..
Istrimu adalah tanggung jawabmu….
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah…..
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah….
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam……..
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu…


Saudaraku…….
Jika engkau menjadi istri………
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu……
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah ….
siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami…..
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya….
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.
Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu….
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu….
Jika itu kau lakukan…..
Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka………..,jangan……….


Saudaraku……..
Jika engaku menjadi Bapak……
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah……….
Ajaklah mereka taat kepada Allah…….
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti…….
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat…….
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan’an yg durhaka.
Mohonlah kepada Allah……….
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih…..
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.


Saudaraku……..
Jika engkau menjadi ibu….
Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh….
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu….
Jadikanlah mereka mujahid………
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah…..
Jangan biarkan mereka bermanja-manja…..
Jangan biarkan mereka bermalas-malas……….
Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shalih….
Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam. ( Amiin )





sumber : http://www.facebook.com/notes/qalbu-yang-istiqomah/saudaraku/10150176649006671


♥ ~~ Terima Kasih sebab dah baca (^_^) ~~ ♥

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...