skip to main |
skip to sidebar
Muslimah shalehah...Yang akan menjadi bidadariku dunia akhirat kelak,...
Ukhti,Engkau terlalu indah untuk di pandang,..Akupun sanggup menundukkan mata sebelum menghalalkan mu...
Ukhti,engkau terlalu berharga untuk di sentuh,..
Maka aku bersedia menjaga jarak dengan mu...Ukhti,Engkau bagai butiran cahaya di pagi hari,...Bersinar terang nan lembut,...engkaulah perhiasan terbaik dari semua yang ada...Sungguh kemuliaan mu lebih tinggi dari permata,...Hingga diri ini merasa sangat tak pantas memilikimu...
Ukhti,sungguh Kesabaranmu lebih luas dari samudra,....Yang selalu menungguku untuk menjemputmu,...Ketahuilah akupun ingin segera datang,..Akan tetapi diri ini malu akan semua kekuranganku,...Disini ku belajar agar menjadi pantas untukmu,...Disini ku persiapkan diri agar mampu mengemban amanah yang begitu besar ini,...Diriku tak mampu menjadi nahkoda...Selama belum memiliki penunjuk arah yang benar,...Bahtera yang akan kita jalankan pun tak akan berpindah dari pelabuhaan,...Sebelum ku tau bagaimana mengibarkan layarnya,...
Duhai bidadariku,calon istriku,.bila engkau inginkan yang sempurna dariku,...Maka tak akan pernah ada aku untukmu,...Seperti yang engkau tahu,....engkaulah tulang rusukku,....Tanpa mu,tetaplah diriku tiada utuh,....Dengan engkau di saampingku merasa sempurnalah diriku...Duhai bidadariku,tulang rusukku,...Akanku lembutkan hatiku untukmu,...Agar engkau merasa nyaman di dalam dadaku,...
Duhai bidadariku,kekasihku,...Jannah ILLahi adalah tujuan kita,...Lautan Ujian adalah yang akan kita lalui,...Manis akan di selingi pahit yang mewarnai perjalanan kita,...Maka bersediakah engkau menemaniku hingga tujuan terakhir,....??
sumber : Sebelum engkau halal bagiku..
♥ ~~ Terima Kasih sebab dah baca (^_^) ~~ ♥
Duhai calon pemilik tulang rusukku, aku akan segera hadir dalam dinginnya malam dengan hangatnya jiwa. Ku tunggu hingga Ijab Kabul terucap dari lisanmu. Aku akan menjaga dalam harumnya semerbak dalam jiwaku, menunggu hingga engkau menahkodai bahtera kita. Ku kan berhijab dengan sempurna dengan tak selalu mengikuti arah arus angin yang berhembus.
Duhai calon imam dalam sholatku, aku kan selalu hadir dalam cintamu kepada Allah, dengan sigap aku akan menghamparkan sajadah sebagai alas sujudmu, dengan hadirku sebagai makmum Insya Allah akan menyempurnakan sholat kita. Deru do’amu teiring “aamiin” dari lisanku.
Dalam hening malam bulir air mata tak henti ku teteskan bercahayakan munajat doa.
Duhai calon pemilik tangan gagah yang menolongku ketika aku terpuruk dan jatuh.. lindungi aku dalam perjalanan hidup kita, ketika engkau terluka kan kubalut dengan cinta jiwa yang merona, menyembuhkan segala perih dalam jiwamu.
Duhai calon pengusap air mataku, sungguh engkau takkan rela calon bidadarimu ini menangis, usaplah lembut pipi kemerah-merahan ini agar tak menangis, dan kan kuhaluskan telapak kakimu dengan mencucikannya ketika engkau pulang dari berjihad.
Duhai calon ayah dari para mujahi-mujahidah kita, aku sebagai madrasah pertama sebagai sumber ilmu dari anak anak kita, kan kutanammkan ilmu agama agar mujahidah kita takut akan Rabbnya, santun pada kedua orang tuannya, menghormati orang-orang yang lebih tua. Akhlakul karimah yang baik kan kusisipkan dalam prilakunya semenjak kecil.
Duhai calon nahkoda yang kan membawa keluargaku ke surga…
Mari kita hiasi rumah kita dengan cahaya cahaya iman…
Aku dalam diam sengaja tak menampakkan diri,agar engkau benar benar menemukanku dalam cahaya sujudmu
Aku tak banyak bicara karna aku takut ketika aku menyapa, engkau tepesona pada apa yang kuucap
Aku menunduk malu, tak berani menatap mata binar yang engkau miliki, karena aku takut dapat memudarkan imanku.
Temukan aku wahai calon imam dalam sujudku…
Aku menunggu lisan ijab darimu..
sumber : Sebelum engkau halal bagiku
♥ ~~ Terima Kasih sebab dah baca (^_^) ~~ ♥